Surat di Februari

hipsterboho.tumblr.com


Jangan tanya seberapa banyak rindu yang sudah menghantam kepalaku. Bahkan seluruh isinya ingin berdesakkan keluar untuk segera memeluk hatimu yang kini terkubur waktu.

Aku tak tahu bagaimana cara mengucap syukur, ketika Tuhan memberiku satu waktu untuk menulisimu sebuah surat. Bisa saja Dia yang membuatmu terketuk kali ini, untuk menemuiku lalu memelukku yang rapuh.

Siang itu, kita bercanda menertawakan hujan yang turun di Februari. Lalu kau bertanya, untuk apa Tuhan menurunkan hujan jika air mata saja cukup untuk membasahi seisi bumi. Lalu kau melanjutkan bercerita tentang air mata seorang anak kecil yang banyak melahirkan kata.

Ahh sayang, kau sungguh jenaka. Seisi rumahku seolah terdiam, merekam setiap cumbu yang kita lakukan. Bahkan peluk lebih hangat dari secangkir teh yang kau sediakan. 

Inilah kita.

Isi suratku sudah basah, bahkan belum sempat kau baca.

Kita sedang bermimpi tentang apa apa yang kemudian akan mati.

Katamu, dadamu sudah letih menyimpan segala perih.

Tetapi jarak bukanlah alasan untuk kita saling membenci.

Advertisements
Surat di Februari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s