Pinus

ookeanikarvakummitus.tumblr.com

Aku pernah bercerita tentang kesukaanku pada hutan pinus. Membayangkan berlari bersamamu dan menghabiskan malam dalam secangkir teh yang menenggelamkan kita dalam diam.

Ingat saat aku mengatakan mencintaimu?

Sejak itu akulah yang menjadi penyebab air matamu. 

Kau memang pandai mendekap rahasia. Memelukku seolah tak pernah ada yang kau tangisi.

Malam kita masih panjang, untuk kemudian saling menatap saat pagi menjelang lalu kita harus berpisah.

Kau bilang, kau begitu mencintai pagi. Pada kenyataannya kita terlalu takut menghadapi malam.

Kita menyanyikan banyak lagu lagu kesukaan kita. Menuliskan apapun yang mereka katakan, lalu merobeknya dan membuang semua ke tempat sampah.

Kali ini kau yang bercerita kepadaku tentang kesukaanmu pada hutan pinus. Mengajakku berlari hingga tersesat agar mereka tak menemukan kita.

Kemudian berharap biarlah Tuhan yang menyatukan kita dalam sesat.

Advertisements
Pinus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s