Hari6

Dikepalaku selalu terselip banyak ragu. Kita memang penuh liku, tapi kamu selalu menjawab semua adalah soal waktu. Aku bosan ketika harus selalu menunggu, dalam setiap rindu yang tak berujung temu.

Katamu, kita adalah satu. Tentang cinta yang kemudian hanyalah semu. Aku tidak menyalahkan kamu yang ternyata memilih aku, hanya saja aku menjadikan semuanya keruh.
Cukup !

Jangan terlalu serius denganku, bukankah kita baru bertemu?
Aku
#30HariMenulisSuratCinta Hari6

Hari6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s