Tulisan Acak [3]

Tahu apa yang lebih manis daripada gula?”

“Tidak. Apa itu, Tuan?”

“Kebohongan.”

“Bagaimana bisa?”

“Pernah berbohong dan ketika itu wanitamu percaya?”

Saya diam. Menyusun rangkaian kata dari butiran gula, dan menjadi nama.

“Tidakkah itu manis?”

“Tidak. Kamu berbohong.”

“Bagaimana bisa saya berbohong, sedangkan kamu menyukainya?”

“Bagi saya gula lebih manis, dan saya menyukainya.”

“Bagaimana dengan orang lain? Tidak semua orang menyukainya.”

“Bukan urusan saya.”

“Kalau begitu mengapa kamu berbohong?”

“Saya tidak berbohong !!!”

Saya mengepalkan tangan, menyembunyikan dibalik meja

“Lalu apa yang terjadi malam itu?”

Praaaaang……..

Cermin itu menonjok diriku hingga hancur berkeping-keping

Tulisan Acak [3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s