Forget Jakarta | part 2

****

“Selamat siang, Pak. Tujuan bandara kan?”

“Iya pak, santai aja. Saya flight malam.”

“Lho udah berangkat aja mas.”

“Saya mau nikmatin kota. Pak.”

“Baik, Pak.”

Memori lainnya kemudian terputar lagi dipikiran gue. Sore itu, gue memilih jalan kaki, meski banyak ojek yang “cukup memaksa” ngedeketin gue saat keluar stasiun Sawah Besar. Berjalan random sesuka kaki melangkah, ga punya tempat tujuan. Hingga akhirnya gue capek dan berhenti di salah satu Sevel. Setelah ngambil sebuah air mineral dan beberapa cemilan, gue memilih duduk di smoking area biar lebih menikmati sore. Dua pasang tatapan manja dari cowok yang duduk ga jauh dari gue sedaritadi masih merhatiin gue mulai dari masuk hingga keluar. Obrolan kecil mereka terdengar samar-samar. Sepasang bukan suami-istri yang menurut gue berusia 45an mengobrol dengan suara keras. Gue yang tadinya ga mendengarkan dan lebih memilih baca novel yang udah setaun belom gue baca akhirnya memilih tenggelam dalam curhatan tentang keuangan rumah tangga atau piutang mereka. Juga ojek pangkalan yang sibuk tertawa bersama tukang ojek lainnya dan tukang parkir membuat gue lebih memilih menikmati sore daripada melanjutkan baca novel.

Bagi sebagian orang. Pagi dimulai pukul 5 sore.

Sempet suka dengan kutipan dari salah satu selebtwit yang gue follow, meski lupa siapa tapi gue masih inget dengan kata-katanya. Iya. Bagi gue pagi dimulai dari pukul 5. Menikmati secangkir kopi sendiri atau dengan teman sambil menikmati padatnya jalan raya rasanya menyenangkan aja. Tertawa memperhatikan beberapa orang emosi karena kendaraannya tertabrak tak sengaja. Lampu-lampu jalanan yang satu persatu mulai dinyalakan. Toko-toko yang mulai sibuk untuk tutup. Teriakan ibu memanggil anaknya untuk pulang. Gerobak sampah berisikan sampah juga anak dan istri yang didorong oleh sang ayah. Atau wanita malam yang mencari rezeki dari balik celana mulai malu-malu keluar dari kosan seadanya untuk tempat menyambung hari.

Seketika pikiran gue berada Central Park, berjalan-jalan di taman mall dan kemudian berhenti disalah satu tempat makan. Gue memilih duduk di outdoor karena tamannya cukup menarik, beberapa lampu-lampu taman juga kolam buatan membuat mall ini mungkin jadi tempat yang asik buat menikmati malam. Gue suka gemericik air, suaranya khas aja. Romantis. Tenang. Apalagi saat hujan, ketika air hujan jatuh ke bumi dan menghantam tanah, menciptakan suara berisik yang menenangkan. Ketika itu suara apapun menjadi sulit untuk terdengar. Meski gue tak suka menyukai hujan karena membuat basah malah terkadang gue bisa sakit karenanya, tetapi gue suka memperhatikannya dari balik kaca. Memandang beberapa orang membawa payung atau tidak melangkah keluar mobil atau sekedar menunggu hujan reda di halte bus. Memendam segala keluh karena terlambat untuk pulang atau janjian karena hujan. Tapi bagi gue itu romantis, suaranya membuat gue lupa akan segala hal, menenangkan, bagi sebagian orang mungkin hujan mengingkatkan akan sesuatu. 

“Pak, boleh saya minta uang tol?”

Seketika sopir taxi membuyarkan lamunan gue. Gue mencari beberapa lembar uang sepuluh ribuan untuk beberapa tol kedepan.

Sore hari ini tidak begitu indah, mendung. Jalanan padat merayap, bukan hal yang aneh buat orang-orang di Jakarta kalo pukul 5 sore jalanan padet merayap. Terjebak didalam mobil menikmati kopi yang sudah dibeli sebelum pulang, atau ngemil berbagai macam snack adalah alternatif buat beberapa oran menghilangkan jenuh. Atau mengambil potret jalanan macet, gedung-gedung, anak jalanan yang asik duduk dipinggir jalan, bus-bus umum yang tiba-tiba menepi karena ingin menurunkan penumpang, atau sudut-sudut lainnya dari Jakarta. Bagi gue sih, mengingatnya sudah cukup meski terkadang gue juga mengambil beberapa potret dari sudut-sudut kota.

****

Forget Jakarta | part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s