Forget Jakarta | part 1

Akhir-akhir ini sebenernya ada cukup banyak hal yang pengen ditulis, mungkin kalo tema blog ini adalah curhatan, udah ribuan kata yang dicurhatin dari yang menye-menye ga jelas sampe bacotan-bacotan ga guna yang akhirnya cuma dibaca sendiri. 

Bermulai dari beberapa hari yang lalu (padahal mah udah lama) iseng jalan disekitaran Rasuna Said sore-sore. Nikmatin pemandangan gedung-gedung tinggi yang membiaskan cahaya matahari sore. Lumayan indah sih meski gue lebih suka spot jalan dari depan Kota Kasablanka sampe Lotte Avenue, entah kenapa sore hari dari spot itu bagi gue sexi aja. Atau dari sepanjang jalan menuju gedung MPR. Juga dari depan senayan City dan Sawah Besar. Rasanya Jakarta emang ga sempurna kalo ga macet, meskipun gue selalu memuja minggu pagi karena jarak tempuh antar tempat cuma makan waktu paling lama setengah jam.

Sambil dengerin lagunya Adhitya Sofyan-Forget Jakarta, rasanya tambah mendramatisir sore gue yang romantis bertemankan langit biru dengan gradasi kuning emasnya. Sesekali teriakan-teriakan kecil pengendara motor kepada sopir kopaja yang ngambil jalan kekanan-kiri seenaknya atau abang ojek yang akhir-akhir ini lebih sibuk ngeliatin gadgetnya daripada menatap penuh harap orang-orang yang turun dari kopaja rasanya jadi pelengkap banget buat Jakarta. 

Bagi gue Jakarta ya tempatnya ngetawain keadaan.

Saat itu juga flash back ketika beberapa kali jalan-jalan disekitaran Jakarta dan mulut mengucap segala macam sumpah serapah mengutuk jalanan atau keadaan yang memuakkan. Ahh, mungkin ini satu-satunya kota yang paling ga manusiawi. Orang udah cape, masih harus ditambah jaraknya perjalanan yang sebenernya deket tapi bisa jadi berkilo-kilo cuma karena macet, juga asap mobil-mobil umum yang ga pernah dapet perawatan khusus bikin semuanya jadi tambah sesak. Tukang gorengan yang mangkal seenaknya, pedagang asongan yang nyebrang ga pada tempatnya, atau gerobak-gerobak dagangan lainnya yang didorong lewatin jalan raya, semua tumpah jadi satu pada tempat yang sama. Jakarta.

Ambil kekiri disenggol mobil, kekanan malah diteriakin motor yang udah antri lebih dulu. Muter balik pun jadi pilihan yang salah karena bisa saja lebih parah macetnya. Sempet mau nangis rasanya ngebayangin pulang-pergi dengan waktu tempuh ga masuk akal kayak gini. Dalem hati berkali-kali bersyukur mengucap “untung gue ga pernah kerja disini, di Jakarta.”

Tapi lambat laun, gue pun “dipaksa” ke Jakarta untuk segala macam kebutuhan, sempet ngeluh sana-sini lagi. Hingga akhirnya iseng-iseng ngobrol sama orang, sekiranya begini percakapannya.

“Gue ga abis pikir sama orang yang kerja di Jakarta, mereka berangkat pagi, pulang malem bahkan bisa tengah malem.”

“Itu cuma masalah nikmatin perjalanan.”

Jawaban simpel dan bikin gue bertanya-tanya buat beberapa periode sampe akhirnya gue mengerti bagaimana “nikmatin perjalanan” yang dimaksud, ngetawain keadaan, nikmatin wajah-wajah lusuh, klakson-klakson ga pada posisinya, jajanan pinggiran dengan asap-asap sebagai bonus bumbunya. Gue sempet tertawa untuk menyembunyikan air mata bagaimana bisa menikmati sebuah kota dengan segala kerumitan pagi hingga malam hari.

Jadi apa yang begitu membuat gue jatuh cinta sama kota ini?

Banyak. Mallnya, jalan ditrotoar dengan perasaan bersalah karena ngambil jalan pengguna motor, museum-museum yang sekiranya cukup bau pesing, halte-halte tempat sekumpulan preman membagi harta, pengemis-pengemis yang akhir-akhir ini diduga lebih kaya daripada karyawan kantoran, kolong jembatan yang menjadi surga bagi beberapa orang, terminal dan stasiun yang kini mulai dibuat senyaman mungkin untuk penggunanya.

****

“Kak, udah semuanya? Taxi udah nungguin tuh didepan.”

****

Forget Jakarta | part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s