Dongeng Tentang Senja

“Ayah, aku rindu ibu.”

“Ayah juga nak. Sudah malam, waktunya tidur. Mau ayah ceritakan dongeng?”

“Mau banget yah.”

“Tapi berjanji besok bangun pagi dan bantu ayah membereskan rumah. Deal?”

“Siaaaaap. Pastinyaa.”

****

Pada suatu hari didunia langit. Tinggalah para bidadari. Mereka hidup bahagia, apapun yang mereka inginkan selalu ada tanpa pernah mereka minta. Mereka tidak pernah merasakan kelaparan, kedinginan, kepanasan. Mereka juga tidak pernah mengalami susahnya hidup seperti kita para manusia. Bidadari ini tinggal bersama para malaikat. Bagaimapun bahagianya seorang wanita, mereka selalu butuh lelaki disampingnya untuk menemaninya, memanjakannya, sekedar bertukar cerita atau mengelus dan mengecup kening mereka sebelum tidur. Tapi, malaikat tidak diciptakan sesempurna perasaan manusia. Mereka dingin, tidak seperti bidadari yang diciptakan hampir sesempurna manusia, mereka menangis, tertawa, dan merasakan cinta. Kamu tahu, bidadari terkadang suka turun ke bumi, tetapi mereka punya limit waktu untuk dapat ke bumi. Mereka bebas menjadi siapapun dan melakukan apapun di bumi. Hanya saja sang Dewa tidak pernah mengijinkan mereka untuk jatuh cinta kepada manusia di bumi. Karena, tidak mungkin para bidadari dapat hidup selamanya di bumi

Sampai pada suatu ketika. Seorang bidadari yang bernama Andrea merasakan jenuh berada disurga, dia belum pernah sama sekali ke bumi. Kali ini dia menghadap sang Dewa dan memohon untuk sekedar refreshing di bumi, tapi tidak seperti bidadari lainnya yang hanya turun sebentar. Dia meminta limit selama setahun untuk ke bumi diambil dalam waktu satu kali. Maka diberilah waktu 2 minggu oleh sang Dewa, tetapi hanya sekali itu. Dan setelahnya dia tidak boleh kembali ke bumi hingga berakhirnya taun tersebut.

Pada saat sebuah purnama, dimana pada saat itu waktu diijinkannya bidadari turun ke bumi oleh sang Dewa, Andrea turun. Dia turun, dan berubah menjadi wanita yang sangat cantik.

“Lebih cantik mana dengan ibu yah?”

“Ibumu adalah makhluk tercantik nak, beliau adalah bidadari paling indah. Kamu adalah malaikat kecil ayah paling cantik yang pernah jadi kado terindah oleh ibumu.”

Dua minggu adalah waktu yang lama, dan Andrea menjalani semuanya layak seorang manusia. Dia mengekost rumah. Beruntungnya hari itu pula dia langsung mendapatkan perkerjaan disebuah kantor. Meski hanya seorang part-timer. Tapi baginya sudah cukup. Toh dia tidak memerlukan uang. Apapun daun yang dia sentuh, bisa menjadi uang berapapun yang dia inginkan.

“Jadi kamu yang bernama Andrea?”

“Iya pak, saya baru mulai bekerja hari ini.”

“Apa pekerjaanmu?”

“Saya disuruh melakukan apapun yang saya bisa.”

“Oke kalau begitu, saya butuh file ini cukup banyak. Tolong foto copy dua ratus lembar, setelah itu bawa lagi keruangan saya.” 

“Baik pak.”

“Oiah, perkenalkan saya Rian. Rian Sukma Handoko. Kamu bebas memanggil saya apapun.” Ucap Rian sambil menyerahkan berkas untuk difoto copy oleh Andrea. Lelaki itu tersenyum. Andrea membalasnya.

Singkat cerita.

Mereka semakin akrab, sejak hari itu Andrea selalu berangkat kekantor lebih awal. Karena Rian selalu tiba dikantor bersamaan dengan OB dan menikmati secangkir kopi yang dibuatnya sendiri di pantry. Ada waktu kurang lebih sejam untuk Andrea ngobrol-ngobrol lebih banyak sebelum mereka bekerja. Andrea membagikan pengalamannya bekerja disana dan mengarang cerita tentang hidupnya, siapa yang tidak percaya dengan ceritanya, sedikit saja berkedip dia akan membuat siapapun percaya dengan ceritanya. Tak ada yang mudah dilakukan oleh seorang bidadari.

“Kamu tinggal dimana?”

“Saya ngekost didekat sini.”

“Sepulang nanti, bagaimana jika kita ngopi, saya yang akan mentraktirmu.”

“Dengan senang hati, pak

Seharian itu, Andrea tersenyum. Bumi ternyata lebih indah dari yang dia bayangkan. Pekerjaannya menjadi lebih mudah, hari berjalan begitu cepat, beberapa kali dia menatap jam. Pukul sepuluh pagi, kedua kali dia menatap sudah pukul dua siang. Itu artinya dua jam lagi dia pulang kantor dan menghabiskan waktu yang tersisa hari itu dengan Rian.

“Apa dia jatuh cinta?”

“Lebih dari cinta.”

Singkat cerita lagi.

Sudah hampir dua minggu Andrea berada di bumi, dan esok adalah saatnya untuk Andrea kembali. Selama dua minggu itu pula Andrea semakin dekat dengan Rian, mereka selalu berangkat dan pulang kerja bersama. Mereka juga selalu menghabiskan hari-hari dengan menonton bioskop, sekedar nongkrong untuk menikmati secangkir kopi, atau bahkan duduk ditaman dan menertawakan keadaan. Ada banyak cerita yang mereka bagikan selama dua minggu in. Bumi memang selalu memiliki cerita indah. Bahkan bidadari pun terpesona akan keindahan cerita yang dimiliki oleh bumi, terutama tentang cinta.

Andrea jatuh cinta kepada Rian, cukup singkat memang pertemuan mereka, tetapi begitu padat dan tanpa jeda. Tak ada sehari yang mereka lewatkan untuk tidak bertemu, hanya beberapa jam tidak saling menatap, itupun untuk tidur agar besok dapat melanjutkan pekerjaan dan pertemuan yang lebih indah lagi. Meski Andrea tidak pernah tidur, dia selalu bersembunyi dibalik jendela kamar Rian, menatapnya saat tidur, menikmati setiap lekuk wajahnya, mengingat kembali perjalanan hari yang mereka lalui dan memutar setiap senyuman-senyuman yang pernah Rian lemparkan untuk Adrea.

Hari memang selalu menjadi singkat untuk sebuah cerita indah. Dan hari ini Andrea akan kembali ke langit. Purnama terjadi dua kali dalam sebulan ini, tapi hanya sedikit manusia yang menyadarinya. Sebuah keindahan yang diciptakan sang Dewa untuk menyambut kembalinya bidadari. Malam ini purnama paling terang yang pernah terjadi, surga begitu merindukan Andrea, untuk pertama kali ada bidadari yang menetap cukup lama di umi. 

Malam itu, seperti biasa Rian mengantarkan pulang Andrea. Hari berputar cepat, dan rindu begitu saja menyelimuti mereka erat.

“Aku akan pergi. Kembali ketempat asalku. Surga.”

“Kamu lucu, aku pun akan kembali, menemanimu esok hari. Karna aku adalah malaikatmu.”

“Aku serius Rian. Kamu lihat bulan malam ini. Purnama paling terang yang pernah ada. Mereka para bidadari dan malaikat telah menungguku untuk kembali.”

Rian hanya bengong, mengucek-ngucek matanya tak percaya. Andrea adalah bidadari.

“Setelah hari ini, kamu akan terbangun seperti biasa. Aku akan menjadi Andrea didalam mimpimu, esok pagi kamu akan terbangun dan sejenak mencoba mengingat kembali mimpimu. Dan beberapa saat kemudian kamu akan lupa akan semuanya.”

Rian menarik Andrea kedalam dekapannya. Hangat. Itu yang Andrea rasakan. Kehangatan yang tidak pernah dia temukan selama berada disurga. Beberapa detik kemudian, bibir mereka saling bertemu. Kehangatan lainnya seketika memenuhi seluruh tubuh Andrea. Apapun yang dia minta disurga, semua di kabulkan. Tetapi dia tidak pernah menemukan perasaan seperti saat ini. Ini tidak ada di surga. Pikirnya dalam hati

****

“Dewa, aku ingin kembali ke Bumi.”

“Tidak bisa, kamu harus menunggunya hingga tahun ini berakhir.”

“Tapi aku jatuh cinta kepada manusia itu. Sekali saja, aku ingin membuatnya merasakan nyata akan kehadiranku.”

“Ini sudah takdir Andrea, siapapun manusia yang kau temui, tidak akan pernah mengingatmu lagi.”

“Ijinkan aku lagi, kumohon. Aku rela melakukan apapun.”

Perdebatan panjang antara Andrea dengan Dewa akhirnya membuahkan hasil. Meski Andrea tidak dapat turun ke bumi. Tetapi Dewa memberikan toleransi. Dia hanya boleh menatap bumi di sepertiga terakhir matahari memancarkan sinarnya. Tepatnya pukul tiga sore hingga enam sore, setelahnya Andrea harus kembali ke surga.

Sejak saat itu. Andrea memberikan kehangatan sama seperti saat dia diberikan kehangatan oleh Rian, meski Rian tidak pernah mengingatnya dan menyadari bahwa senja yang ada setiap hari adalah wujud lain dari Andrea. Tetapi sejak saat itu, Andrea tidak pernah menemukan Rian. Dia berkeliling menjad senja disudut bumi bagian manapun untuk mencari Rian. Bahkan hingga saat ini.

****

Dongeng Tentang Senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s