Prosa? (1)

Aku ingin menuliskan rasa, kemudian membacakannya dalam kalimat-kalimat cinta. Tatapan sederhana. Malam indah;ketika sebuah ciuman saling melengkapi. Pertanyaan demi pertanyaan bermain dalam pikiranku. Waktu memang tidak pernah datang terlambat, tetapi apakah kita hanya sekedar hasrat?

Kau tahu, kita tidak saling mencari tetapi tidak juga saling menemukan. Namun tidak ada sebuah kebetulan pada sebuah perjalanan. Aku masih mencaci dalam sebuah pelukan. Hati hanya bisa mengumpat ketika pikiranku menganggap ini hanya sekedar pemuas rasa.

Setumpuk prosa seolah menamparku, membuatku menjadi pujangga dalam satu malam. Kamu memintaku untuk memelukmu lagi, langit menjadi saksi bisu diriku yang memaksa larut dalam ikatan janji. Pelukmu semakin erat, dengan jelas aku mendengar denyutmu. Nadi memang tidak pernah berbohong akan detaknya. Namun dalam detik, cinta bisa saja berubah menjadi sebuah fatamorgana.

Lalu, apa yang kau cari pada diriku? Bukankah aku hanya sekedar pemuas nafsu?

Prosa? (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s