S.H.M.I.L.Y

Hingga ribuan kali mungkin tak akan membuatmu bosan menanyakan perihal cintaku kepadamu, namun baru pertanyaan keratusan kali aku sudah mulai bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama; menjawab seluruh keraguanmu tentangku.

Aku pernah berkata aku memiliki seluruh jawaban atas pertanyaanmu, saat itu juga kamu bertanya dan aku menjawabnya dengan ragu.

“Bagaimana dengan kebahagiaan? Apa kamu memilikinya?” Akupun terdiam, berpikir dan kali ini aku hampir menyerah menjawabnya.

“Aku memilikinya, sayang. Hanya saja aku masih menyimpannya, takut ketika kamu merasakan seutuhnya, dan kamu bosan atas kebahagiaan yang pernah kuberikan seluruhnya padamu.”

Aku terdiam lagi, takut menatap matamu. Tapi berkali-kali kamu mencoba untuk menelusuri seluruh wajahku yang tertunduk malu atas ragu yang kuberikan. 

Aku merindukan pikiranku yang bekerja puluhan lebih keras ketika menjawab seluruh keraguanmu akan diriku. Aku menyukainya. Aku selalu suka senyuman puasmu ketika aku menjawab apa yang kamu inginkan. Dan kamu memelukku hangat ketika itu.

Aku hanya lelaki dengan sejuta kata-kata indah untukmu. Akupun tak tahu pasti dengan apa yang kukatakan, namun meyakinkanmu tidak semudah ketika aku menuliskan bait-bait rindu dalam pesan singkat yang selalu kukirimkan untukmu setiap malam.

Aku rindu tatapanmu, tatapan yang selalu meyakinkanku bahwa hanya akulah milikmu, akulah yang selalu ada disetiap pagi dan malammu, akulah yang selalu kamu peluk ketika ketakutan hadir dalam pikiranmu.

Maaf tentang aku yang selalu mengecewakanmu, dan terima kasih kamu selalu mau menyambutku dengan senyumanmu. Aku tidak tahu harus membalas segala penyesalanku dengan apa, terkadang memang menyesal selalu menjadi hal mudah untuk dikatakan. Tapi sungguh aku begitu mencintaimu, itu sebabnya aku menyesal pernah mengecewakanmu

“Semudah itu?” Kamu mengatakan demikian. Dan aku tetap sama. Selalu membalas dengan diam segala pertanyaanmu. Berpikir lebih keras dan kemudian menjawabnya dengan ragu. Akupun tak tahu akan mengulangi setiap kesalahan yang pernah kulakukan atau tidak. Aku sadar atas kesalahanku, tapi kuakui semua diluar kuasaku. Mudah memang berkata maaf, tapi tidak ada kata yang indah selain kata maaf. Bukan?

Tertanda,

Kekasihmu.

Diikutkan dalam 30HariMenulisSuratCinta 2015

S.H.M.I.L.Y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s