Surat [12]

Halo.

Aneh rasanya ketika aku baru ingin mulai mengenalmu sekarang. Seperti katamu, dulu aku terlihat dingin. Dan seperti kataku, aku selalu dingin kepada orang yang baru kukenal. Bukannya aku tidak mudah untuk akrab dengan orang lain, hanya saja aku membatasi orang lain tahu banyak tentangku diawal pertemuan. Bukankah perkenalan yang menarik dimulai dari ketika menanyakan nama secara langsung? Bukan melihat nama dari papan nama yang terpampang diatas meja kerjaku.

Aku juga bukan lelaki yang selalu ingin tahu urusan orang lain dari cerita-cerita orang. Ketika mendengar ceritamu dari orang lain, aku lebih memilih diam dan tidak mendengar. Aku lebih tertarik mendengarkan cerita dari kamu.

Kita pernah saling bertukar cerita, dan sejak itu kurasa aku mulai menyukai tingkahmu. Ingat waktu kita mulai saling menyakiti tentang hal yang tidak kita sukai? Ahh aku menyukai ketika melakukannya kepadamu. Lucu rasanya, meski terlihat bodoh. Aku suka ketika mendengar cerita-ceritamu, tapi sayang aku tidak suka untuk ikut campur terlalu jauh, jadi aku lebih memilih diam, meski sebenarnya aku bisa menjadi jawaban dari ceritamu. Tapi sayang kita dipertemukan bukan diwaktu yang tepat.

Kita mungkin mempunyai cerita yang sama sekarang, aku pernah menjawab atas setiap pertanyaan yang pernah kamu lontarkan, kini pertanyaan itu terjadi padaku. Ahh, aku hanya bisa menjawab pertanyaanmu ketika itu, berbeda rasanya ketika aku melewati semuanya. Kamu lebih tegar dari yang kukira ternyata, dan aku hanya berpura-pura tegar.

Terima kasih karena beberapa waktu ini kamu sering mendengarkan ceritaku, tidak mudah untukku berbagi cerita karena aku lebih suka memendam perasaan. Tapi kali ini apa salahnya aku berbagi cerita denganmu, aku ingin diperhatikan. Meski aku selalu menyambut pagi, selalu tersenyum dengan siapapun, selalu punya jawaban atas setiap nelangsa tiap orang. Akupun butuh tempat untuk mengadu, kurasa kamu tepat. Aku suka ketika kamu mau mendengarkan ceritaku, aku tidak perlu jawaban kok. Hanya didengar itupun cukup.

Tertanda,
Aku.

Diikutkan dalam 30HariMenulisSuratCinta 2015

Surat [12]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s