Beda

Boleh aku menjawab suratmu? http://therandomthingsinmylife.blogspot.com/2015/02/day-ten.html

Mari mengibaratkan kita adalah meja dan kursi, apakah berbeda?
Bagaimana dengan segelas air dan sesendok sirup?
Atau sendok dengan garpu?

Bagaimana dengan kamu dan aku? “KITA” lah yang menjadikan perbedaan itu indah.

Malam itu, ketika aku menyatakan rasa cinta dan kamu membalasnya dengan bimbang. Apa kamu melihatnya dari sudut pandangku? Akupun bimbang, tapi aku percaya perbedaanlah yang membuatku yakin.

Kamu berusaha menyelaraskan perbedaan agar tetap sama? Hanya kamu? Mengapa kamu tidak pernah mengajak “KITA” untuk menyelaraskan perbedaan?

Apa kamu pernah membayangkan jika perasaan kita sama dan kita jalani dengan rasa cinta yang sama, tanpa ragu?
Aku tidak perlu bersusah payah untuk meyakinkanmu dan kamupun tidak perlu berusaha untuk menutupi keraguanmu dengan kata-kataku. Dan begitu sebaliknya. Bukan?

Kamu mengatakan bagiku tampak sempurna dan bagimu tidak? Sayang, akupun mengatakan sebaliknya. Hanya saja aku tidak mengungkapkan dan berusaha meyakinkan diriku tentang perbedaan kita.

Perbedaan hanyalah sebatas ego, Seandainya saja malam itu aku bertanya apa yang kamu inginkan. Mungkin kamu tidak akan memilih aku dan kamu tetap dalam perbedaan.

Bukankah perbedaan yang membuat kita menjadi sama?

Aku dengan dirimu. Kamu dengan diriku. KITA sama.

Diikutkan Dalam #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-13

Beda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s