Surat [8]

Haiii….

Masih ingat kapan pertama kali kamu datang dan ketika itu kubuatkan secangkir kopi yang spesial untukmu? Kamu datang sendiri dan mengambil tempat disudut ruangan. Aku menikmati setiap alunan jarimu diatas keyboard. Tertawa kecil ketika melihatmu berkali-kali mengernyitkan dahi.

Masih ingat?

Kamu datang di jam yang sama, duduk ditempat yang sama dan memesan menu yang sama. Aku juga ingat ketika kamu menyebutkan namamu dengan nada yang sama saat kutanya meski aku telah hapal namamu. Hanya berbasa-basi untuk memulai obrolan denganmu tentunya.

Dan sejak itu aku mulai mengagumimu, diam-diam mencuri pandang kearahmu, tersenyum kecil melihat segala kerumitan yang terbentuk diwajahmu. Aku suka ketika kamu memejamkan mata. Dan kemudian menghembuskan nafas kesal sambil berjalan untuk mengambil beberapa lembar tisue. Aku juga suka ketika kamu mengayunkan kepala menikmati lagu-lagu yang terputar melalui headphonemu.

Sampai pada akhirnya aku mencoba menikmati secangkir kopi yang biasa kamu nikmati. PAHIT !!! Awalnya. Tapi lama-lama aku menikmatinya. Duduk ditempat yang sama sepertimu dan membayangkan rasanya jadi kamu ketika itu. Hanya saja aku tak tahu lagu apa yang kamu nikmati ketika itu.

Tertanda,
Aku.

Diikutkan dalam 30HariMenulisSuratCinta 2015

Surat [8]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s