Masih Kamu, Zenna

Haii..

Apakabar? Kamu masih ingat aku?
Aku lelaki yang setahun lalu mengirimimu surat yang sama, tapi aku tak berharap kamu mengingatnya. Cukup kamu membaca suratku, itu sudah menjadi bahagia untukku.

Kak, Zenna.
Aku mungkin salah satu dari sekian banyak pengagummu. Aku selalu rajin mengunjungi blogmu, meski sekarang sudah jarang ada karya-karya indahmu terposting disana. Tapi aku tidak pernah bosan ketika membaca ulang tulisan-tulisanmu yang lainnya. Sudah berkali-kali aku membacanya tapi tetap sama. Aku membaca ulang dan kulakukan itu lagi dihari berikutnya.

Jika aku harus berpaling, ada banyak yang dapat menulis lebih baik dari kamu. Tapi tulisanmu begitu teduh, kata-katamu menenangkan seperti segelas chamomile, favoritku. Terkadang aku benci dengan orang lain yang ingin menyerupai tulisanmu, karena bagiku Zenna hanyalah kamu. Tulisanmu bernada, meski dibuat sama dengan karyamu, tapi tak akan pernah seindah jika kamu yang mengalunkannya.

Aku jarang menyapamu dilinimasa. Aku menjadi lebih kalem sekarang, seperti yang pernah kamu bilang dulu. Dan aku menikmati itu, ternyata menjadi lelaki yang lebih banyak diam daripada bertingkah sana-sini itu menyenangkan. Betapa beruntungnya lelaki yang saat ini menjadi pendampingmu.

Mungkin sekian dariku, terima kasih telah meluangkan sedikit waktumu untuk membacanya. Semoga tahun depan aku masih bisa mengirimimu surat yang sama. Kutunggu karyamu berikutnya ya, Zenna.

Tertanda.
Pengagum Kamu.

Diikutkan dalam 30HariMenulisSuratCinta 2015

Masih Kamu, Zenna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s