#21

Masih ingat ketika kita berkhayal tentang merayakan hari jadi kita yang pertama? Aku bahkan masih mengingatnya. Kita tertawa bodoh sampai pagi, jangankan hari jadi yang pertama. Seminggu pun belum terlewati. Ternyata merencanakan memang semudah mengatakan aku jatuh cinta.

Kita berpelukan erat tanpa terlepas sedikitpun, seakan waktu menjadi sangat berharga ketika kita saling bersama. Seperti yang pernah kukatakan, pertemuan-pertemuan kecil adalah awal dari perpisahan. Itu sebabnya sebenarnya aku membenci setiap pertemuan yang kita lalui. Tapi sudahlah, semua sudah terjadi. Tak ada yang bisa kita lakukan selain menikmati setiap waktu yang ada. Perpisahan memang takdir semesta, hanya waktunya saja yang kita tak pernah tahu kapan.

Malam itu, kita saling menatap. Meski sebenarnya hati saling berbisik dan bermain-main dalam imajinasi masing-masing. Ketika itu aku lebih menyimpan ketakutanku dan membentuknya sebagai senyuman kecil kepadamu. Hingga pada akhirnya ketakutan itu nyata. Malam itu tak pernah terjadi.

#21

One thought on “#21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s