Nayla

“Tunggu disini sebentar.” Ucap lelaki yang baru kukenal semalam di bar.

Hujan masih lebat. Lelaki itu menutupi kepalanya dengan mantel dan berlari menuju rumah. Seketika aku mulai gelisah. Pikiranku mulai tak karuan, namun terlalu jauh jika harus melarikan diri. Ini hutan, dan beberapa jam harus kulewati untuk tiba ditempat ini.

Lelaki itu keluar dari rumah, dan berlari mendekat. Aku masih mencoba menahan debar jantungku.

“Tidak ada orang, sepertinya pembantuku melarikan diri. Mari beristirahat dipersinggahanku, Nayla.”

****

Sudah dua hari Robert ke belum pulang dari kota. Tinggal ditengah hutan, dan pergi kekota dua hari sekali untuk mendapatkan makanan bukanlah hal yang mudah. Apalagi ini rumah satu-satunya yang berdiri disini. Mungkin selain berburu, menjadi vegetarian adalah jalan untuk tetap hidup jika malas untuk kekota yang menghabiskan waktu setengah hari.

Hujan semakin deras. Nayla menyalakan api unggun untuk sekedar menghangatkan diri. Beberapa kali dia mencoba menelpon kekasihnya dan percuma, tak ada jaringan. Ditengah hutan seperti ini, untuk penerangan saja harus menggunakan pertromak. Apalagi berharap lebih untuk elektronik lainnya.

Kayu bakar untuk menyalakan api unggun sudah hampir habis. Dan udara dingin mulai menembus seluruh tubuhnya. Hari sudah semakin gelap, Nayla mulai panik, lampu petromak tidak mau menyala sama sekali. Dia hanya bisa berharap Robert pulang malam ini.

dukk…..dukkk….dukk….

Terdengar suara pintu beradu dengan benda tumpul, Nayla mulai panik. Ruangan sudah gelap gulita sejak tadi.

dukk…..dukkk…..dukk….brakkkk

“Mas Robert.” Teriak Nayla

“Kemana saja kamu wanita jalang? Tidak mendengar aku mengetuk pintu?”

“Gelap mas, aku takut untuk melangkah.”

“Ahh dasar kau tidak berguna.”

Doorr…..

Tubuh Nayla jatuh tepat dikaki Robert. Dengan cepat lelaki itu menggeretnya keruang bawah tanah. Bau anyir darah tercium menusuk saat dia membuka pintu yang tertutup oleh karpet tebal. Tubuh Nayla dilempar begitu saja bagaikan binatang dan cepat-cepat lelaki itu membersihkan darah yang tercecer.

****

Dari balik mobil, seorang wanita menunggu dengan panik lelaki yang baru dikenalnya semalam

“Mari beristirahat dipersinggahanku, Nayla.”

Nayla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s