Cerpen [19}

“Halo, senja. Lama tak melihatmu. Kemana saja kamu?”

“Aku berkeliling, siapa kamu? Aku belum pernah mengenalmu sebelumnya?”

“Tak pentinglah arti sebuah perkenalan. Perkenalan hanya menyisakan perpisahan.”

“Bukankah akan lebih akrab jika kita mengenal satu sama lain?”

“Mereka bilang begitu, banyak yang kukenal. Tapi aku hanya bisa menatap mereka tanpa pernah bertukar kata.”

“Tidak juga, aku selalu berkeliling. Dan aku mengenal banyak teman. Mereka semua baik kepadaku. Begitupun aku.”

“Apa yang ingin kau kenal dari aku? Aku bahkan tak memiliki apapun untuk kau kenali.”

“Bagaimana aku bisa tahu jika kamu tak memberitahuku.”

“Baiklah. Aku Akasia.”

“Senang bertemu denganmu Akasia, sayang waktuku tak banyak. Mungkin besok kita akan bertemu ditempat dan waktu yang sama.”

“Aku selalu disini, kamu yang akhir-akhir ini jarang terlihat.”

****

Dan itulah awal pertama kali aku berkenalan dengannya. Dia masih janji akan menemuiku, aku masih menunggunya tapi dia tak pernah datang. Senja selalu datang dengan rupa yang berbeda. Aku masih hafal rupanya ketika itu. Dia indah. Lebih indah dari senja-senja yang sering kutemui. Susah untuk kugambarkan dan kuceritakan kepadamu, nanti ketika ia datang, pasti akan kuberitahu kamu.

Lucu kamu, semua lelaki memang selalu seperti itu. Pengumbar janji. Seharusnya tak kamu ambil serius. Sekarang kamu sendiri kan yang tersiksa dengan janji itu.

Kupikir dia berbeda. Matanya menatap serius ketika itu, tapi entahlah, aku masih bisa bersabar jika harus menunggu beberapa musim lagi untuk kedatangannya.

****

“Wahai Bulan, apakah kamu mengenal Akasia? Sudah sejak lama aku mencarinya”

“Akasia? Mungkin kamu tidak akan menemukan yang kamu cari disini, aku bahkan belum pernah mendengar namanya.”

“Aku juga tak begitu mengenalnya, hanya itu yang ia katakan, dan aku pergi karena waktuku tak banyak ketika itu.”

“Kamu bahkan tak begitu mengenalnya. Lalu mengapa kamu begitu ingin menemuinya? Terkadang orang asing sulit untuk dipercaya.”

“Awalnya begitu, tapi hatiku selalu berkata lain, dia berbeda.”

“Masih banyak wanita lain disini, bersenang-senanglah dulu. Habiskan waktumu untuk beberapa hari disini, aku akan menemanimu berkeliling.”

“Terima kasih, mungkin lain waktu, aku masih memiliki janji kepadanya.”

****

Wahai gadis, sendirian saja kamu. Mengapa tidak ikut beristirahat seperti yang lainnya?

Aku menunggu. Tinggalkan aku sendiri. Bulan.

Dasar wanita, selalu dikodratkan menunggu.

Dan kamu para pria, tidak pedulikah dengan orang yang selalu menunggumu?

Peduli? Aku bahkan selalu peduli dengan siapa yang menungguku, tapi sayang tidak pernah ada yang menungguku. Aku selalu sendirian setiap malam.

Kata siapa? Coba sejenak kau buka matamu. Dasar lelaki, selain tidak peduli semua juga tidak ada yang peka.

Hahahahaha, kamu hanya gadis muda yang baru tumbuh. Lekaslah kamu tidur. Waktu semakin larut.

****

“Hai, mengapa kamu menangis? Akasia?”

“SENJAAAA !!!!! Darimana saja kamu, lupakah kamu dengan janjimu? Kamu begitu jahat.”

“Tidak, aku tidak pernah lupa, aku mencarimu.”

“Ahh tidak mungkin. Sejak pertemuan itu, aku selalu disini. Selalu kembali itempat yang sama dan waktu yang sama. Hanya saja aku tidak pernah mendapatkan kamu. Senja”

“Aku masih ingin menatapmu lama. Tapi sayang waktuku tak lama.”

“Senja”

“Iya, Akasia?”

“Aku mencintaimu.”

“Kita berbeda, kamu tak dapat memilikiku. Lupakan saja aku.”

“Diam Senja !!!”

“Jangan menangis, aku mungki akan kembali esok hari.”

“Kamu berjanji?”

“Aku pun tak tahu.”

“Berjanjilah untuk selalu kembali ditempat dan waktu yang sama.”

“Aku tak bisa.”

“Kamu bisa. Kamu mencintaiku juga, bukan?”

“Iya, tapi….”

“Sudahlah, lupakan tentang harus saling memiliki, datanglah kembali esok hari, dan seterusnya. Kita habiskan waktu kita bersama setiap hari. Senja.”

****

“Dan pada akhirnya, Senja selalu datang setiap hari menemui Akasia.”

“Cerita yang bagus, Bono. Berikutnya. Iska. Coba ceritakan ceritamu.”

Cerpen [19}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s