Cerpen [18]

“Terkadang aku berpikir. Tak mungkin selamanya kita bersama.”

“Ada saatnya aku harus sendirian”

“Atau mungkin kamu yang sendiri”

“Dan mungkin pada saat itu kita sudah melupakan satu sama lain”

“Tak saling ingat atau bahkan sekedar untuk kembali mengingat”

Aku hanya terdiam. Semilir angin pantai membuatku menggigil. Suara Rangga terdengar samar-samar. Namun menusuk hatiku. Dingin seolah ikut merasuk kedalam sum-sum tulangku. Badanku serasa kaku. Aku bahkan tak bisa membedakan tubuhku bergemetar menahan dingin atau menahan tangis dari kata-kata yang diucapkan semakin menyayat hati.

“Angela”

“Iya?” Aku menjawab seadanya. Berusaha menahan air mata yang setengah ingin muncrat dari persinggahannya.

“Kamu bahkan tidak peduli dengan ucapanku.”

“Terkadang kamu masih saja berkata-kata konyol seperti anak kecil.”

“Maksudmu?”

Aku menghela nafas panjang. Terdiam sesaat.

“Semua orang pasti kehilangan semuanya. Sudahlah, ini bukan Paris. Mengucapkan kata-kata sedih atau indah untuk kemudian mereka saling peluk seolah itu adalah yang terakhir. Realitanya kamu dan aku masih akan bersama. Lusa dan seterusnya masih bisa kita duduk berdua ditemani semilir angin.”

****

“Angela”

Aku mengucek-ngucek mataku. Hampir saja menetes dan merusak make up ku.

“Ohh maaf. Aku mengantuk.”

“Tidak apa. Semua sudah menunggu. Mari turun. Aku disuruh ayah untuk memanggilmu. Maaf tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.”

“Kamu kayak sama siapa aja deh.”

“Pssssst……nanti lipstikku luntur. Sehabis acara ini saja ya. Sayang”

****

“Jadi bagaimana, nak Chris?”

“Uhukkkk…..maaf om, saya terlalu menikmati. Masakan tante enak banget sampe lupa diri”

“Hahahahaha….tidak apa-apa. Lanjutkan dulu saja makannya. Sehabis ini kita baru berbicara santai.”

Tenang. Semua bermain dalam pikiran masing-masing. Hanya ada suara aduan piring dengan sendok dan garpu diruang makan ini. Namun tidak dikepalaku. Ahh suara Rangga semakin hari semakin bergema. Aku masih ingat jelas ucapannya. Semilir angin malam yang akhirnya jadi perpisahan kami. Ternyata ucapanku salah. Seharusnya aku memeluknya malam itu. Seperti mereka yang berada di Paris. Dan benar, aku hampir melupakannya. Setengah hidupnya yang dulu adalah segalanya begitu saja hilang. Aku…..

“Kamu melamun saja, Angela? Ada apa?”

“Ehh, iya. Maaf ma”

“Kamu kurang sehat sepertinya? Mungkin lebih baik kamu beristirahat dahulu. Tak apa kan, Chris.”

“Iya tante.”

“Kamu istirahat aja dulu”

“Tak apa, aku hanya kelelahan. Mari lanjutkan makan malam ini.”

Christian masih menatapku. Namun aku tidak menatap balik. Aku bersembunyi dibalik ayunan garpu dan sendokku. Aku takut terlihat seperti anak kecil yang sedang berbohong

Ahh tidak. Aku merasa aneh akhir-akhir ini. Semakin aku mulai melupakan Rangga, saat itu pula semuanya merasuki diriku. Kenangan. Sial, bahkan semuanya masih terputar dengan baik dikepalaku. Bagaimana dengan Rangga saat ini, samakah dia sepertiku?

“Aku sudah.”

Suasana dimeja makan seketika hening. Semua menatapku.

“Tak usah dipaksakan. Sepertinya kamu masih kenyang.” Ucap Christian

“Jadi bagaimana rencana pertunanganmu dengan Angela, Chris?” Ayah mulai kepada intinya malam ini. Sepertinya ingin cepat-cepat karena melihat kondisiku yang tak karuan. Ahh sial. Aku merusak malam ini. Malam yang telah kurencanakan dengan Chris sejak jauh hari. Semua diluar kondisiku.

“Seperti yang sudah kami rundingkan, om.”

“Pertengahan tahun ini…..”

“Angelaa !!!! Cepat bawa kekamarnya. Ma, telepon dokter sekarang juga.”

“Sepertinya dia kelelahan. Biarkan dia istirahat sejenak, om. Hanya pingsan biasa.”

****

Aku membuka kedua mataku. Suara percikan api di tungku perapian seolah membakar semua dikepalaku. Rasa sakit itu hilang. Entah sudah berapa lama aku terpejam.

“Angela, kamu sudah sadar.”

“Aku kenapa? Dimana Christian? Siapa Rangga?”

“Christian? Rangga? Kamu sepertinya bermimpi panjang sayang.”

“Ohh. Mungkin. Kepalaku masih sedikit sakit.”

“Tidurlah lagi sayang. Anak kita pasti senang jika kamu temani tidur. Kamu hanya pingsan biasa tadi.” Ucap Andre sambil mengelus perutku.

Cerpen [18]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s