Surat [5]

Terkadang aku bosan dengan cinta. Aku bahkan hampir muak dengan setiap rindu yang kuucapkan. Bukan hanya untukmu, semua sama ketika kuucapkan untuk mereka. Hanya berbeda cinta. Iya, bukankah rindu tak pernah beralaskan cinta? Dan seketika itu kuputar otak yang telah letih untuk berpikir dikepalaku. Mengapa aku memilih cinta disaat aku lagi ingin menikmati masa-masa bebas merindu tanpa pernah ada beban yang terus menginjak-nginjak kepalaku.

Cinta itu fana, dan ketika aku mengatakan tentang cinta bahkan kepalaku hampir pecah, aku bahkan tak pernah menemukan arti dari cinta meski hati seringkali berbicara tentang cinta. Aku sama dengan yang lainnya, manusia egois yang sering berkata bahwa kaulah yang egois. Aku tak pernah melihat reaalita apa yang sebenarnya terjadi.

Coba kamu lihat sejenak tentang aku, dan kamu percaya setiap kata-kata rinduku yang kuucapkan untukmu? bahkan kamu tak pernah menimbang-nimbang seberapa inginnya aku memiliki kamu. Ahh sudahlah, aku bahkan terlalu bodoh ketika harus berkata semua alasan yang selama ini aku buat-buat untuk terus dapat memiliki kamu.

Sama seperti mereka pula, aku terlalu takut untuk melepas kamu. Bukan karena cinta, melaikan rindu yang terlanjur kuukirkan untuk kamu setiap malam. Kamu menganggapnya itu sebuah kesungguhan dari dalam kepalaku, tapi mungkin seketika itu aku tersadar dan menyesal ketika kamu mulai lebih mencintaiku.

Aku yang kamu miliki, begitukah kamu menganggapku? Dan aku hanya tertawa ketika kutahu bahwa aku terjebak lebih dalam. Aku memang pecundang besar yang hanya dapat mengurai kata, aku bahkan tak menegerti bagaimana caranya berpikir rasional dan menyelesaikan semuanya. Aku hanya berani memulai tanpa pernah tahu bahwa aku terjebak selamanya dengan kebodohanku yang tak dapat menyelesaikannya.

Kata-kataku yang mana lagi yang ingin kamu nikmati sebagai penenang tidurmu? Aku bahkan tak pernah kebahabisan nada-nada untuk kamu. Hanya saja aku kebahisan alasan untuk dapat melepaskanmu. Dan sekarang aku harus menikmati cinta yang seharusnya tak pernah kubuat.

Surat [5]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s