Surat [4]

Sore ini senja tak datang. Dan hari ini seminggu tepat kamu tak pernah ada lagi disini. Pertemuan kita bukan sebuah kesengajaan. Sejak itu aku mulai mencintai senja. Kamu yang mengajarkanku bagaimana cara menikmati sebuah senja.

“Bukankah senja sama saja dengan matahari? Hanya saja disore hari” Ucapku sinis ketika kamu memainkan lensa dan mengatur cahaya yang pas agar senja masuk kedalam seluruh bola matamu. Merekamnya. Dan menikmati seluruh keindahan Tuhan yang satu ini.

Tak ada yang istimewa mungkin untukku tentang senja. Bukan senja yang kuperhatikan. Melainkan kamu. Dan kamu tahu. Sejak saat itu aku semakin suka memandangmu. Aku semakin rajin mencari-cari alasan untuk sekedar bertemu denganmu. Meski hanya diam dan menikmati kamu yang sedang menikmati senja.

Dan disaat aku mulai menikmati keindahan senja. Kamu pergi. Tak meninggalkan sepucuk kabar maupun selembar surat. Aku rindu kamu. Begitupun senja yang menghilang bersama kamu.

Diikutkan dalam 30HariMenulisSuratCinta 2014

Surat [4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s