Surat [2]

Dalam sebuah linimasa yang sama, kamu ingat? Kita dipertemukan singkat, saling bertukar nada-nada penuh canda. Tak berhenti berucap meski tak saling bertatap.

Aku suka cemburu-cemburu yang kamu ciptakan untukku, aku juga menyukai kata-kata cinta yang tak kamu ungkapkan untukku. Iya, aku mengagumi senyuman kamu yang tak pernah kulihat letih untuk tetap terjaga.

Seketika aku ingat dalam sebuah linimasa yang sama pula kita saling merindu, hanya saja rindu yang kamu tujukan bukan untukku. Dan aku tetap bahagia karenanya. Aku tak punya alasan untuk dapat mencintai kamu, begitu pula untuk memiliki kamu. Bahkan semua mungkin akan berbeda jika kita saling bertukar cinta. Bukan begitu?

Bukanlah sebuah waktu jika tak pernah bergulir dengan cepat. Linimasa kita kini berbeda. Aku bahagia dengan hal-hal baru yang kujalani, meski terkadang rindu akan kecemburuan yang pernah kamu ciptakan terkadang singgah dalam pikiranku.

Cukup. Aku rindu, dan aku bodoh ketika memilih untuk mengagumi kamu, bukan memiliki kamu. Tapi terlalu telat rasanya ketika aku harus mengungkapkannya sekarang.

Your Secret Admirer

Diikutkan dalam 30HariMenulisSuratCinta 2014

Surat [2]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s