Kamu Tahu, Zenna?

Kamu mungkin pernah merasakan jatuh cinta, tidak kepadaku. Dan pasti rasanya hampir sama ketika aku jatuh cinta kepada kamu. Semua berawal manis dari kumpulan-kumpulan bait kata yang kau ukirkan dalam blog-mu. Semua sudah kubaca tanpa ada kata-kata yang terlewatkan. Kata-katamu indah, seindah senyumanmu ketika aku pertama melihatnya. Mungkin aku menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Disini, didalam hati.

Dan sejak itu aku mulai mengagumi kamu. Membaca ulang tulisanmu dan menujukannya itu untukku sendiri, membayangkanmu melantunkan puisi setiap malam sebagai penenang tidurku.

Kamu tahu Zenna? Aku tidak seperti mereka, aku diam. Aku tidak mengatakannya kepadamu, aku menyimpan sendiri setiap rasaku, aku bahkan menguburnya dalam tanpa pernah ingin kamu ketahui.

Selalu kuingat kata-katamu ketika tidak bisa berlaku genit seperti yang lainnya, maka diam saja juga lebih cool. Dan aku menurutinya meski terkadang cemburu jika banyak penikmat-penikmat kamu menyatakannya dengan mudah kepadamu. Pujianku kepadamu mungkin akan lebih indah daripada mereka. Tapi aku tidak beranjak dari diamku, karena aku yakin kamu pasti memperhatikanku.

Suratku pastilah tak seindah jika kamu yang menuliskannya. Tapi tak mungkin kamu mengirimiku surat cinta. Jadi biarlah aku yang mengirimu surat cinta meski dengan kata yang sederhana. Tetap berkarya ya Zenna Sabrina. Aku mencintai kamu dalam karya-karyamu.

 

Pengagum Kamu

 

Diikutkan dalam 30HariMenulisSuratCinta 2014

Kamu Tahu, Zenna?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s