Cerpen [14]

Segelas hangat teh chamomile kesukaanmu sekarang sudah tersedia didepanku, menatap kamu yang perlahan meneguk teh yang masih masih mngepulkan asap, meniupkannya, membuat aku bisa menikmati aroma khas teh yang sebenarnya aku pun tak menyukainya. Tapi aku suka cara kamu menikmati segelas chamomile hangat setiap berkunjung kerumahku.

Hari ini pertemuan pertama kali sejak enam bulan yang lalu kamu dinas keluar kota. Aromamu masih sama seperti dulu, dan caramu menikmati teh masih sama. Pastilah caramu menikmatiku masih sama. Pikirku. Aku rindu pelukanmu. Sayang.

“Kamu sepertinya kelelahan. Istirahatlah sejenak, biar kusediaakan kamar untuk kamu berbaring.”

“Tidak perlu serepot itu, aku hanya sebentar, menikmati segelas chamomile dari kamu, dan memberikan ini.”

Wajahku menatap penuh heran.

Undangan? Siapa?<

Dikepalaku masih terlontar jutaan pertanyaan.

“Kamu selalu bisa membuatku memerah, sayang. Habiskan tehmu cepat, nanti kubuatkan segelas lagi.”

Dia hanya tersenyum, meneguk habis seluruh isinya. Tidak berkata sedikit katapun, tak seperti biasanya yang selalu memintaku untuk membuatkannya yang kedua kali. Aku masih menatapnya heran.

Sarawati dengan Sarwono?

Mataku dengan liar menelusur seluruh isi yang ada diundangan itu.

DUA MINGGU LAGI?

Cerpen [14]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s