Cerpen [8]

“Jadi kan nanti sore?”

“Kerjaanku masih banyak nih. Bisa bantuin ga?”

“Apa sih yang enggak buat kamu. Cantik.”

“Ahh. Masih aja gombal mulu.”

“Itu bukan gombal. Aku mana pernah gombal.”

“Iya deh iyaaa. Bantuin cepetan, baru nanti sore kita jalan.”

“Ajarin yaa, aku ga ngerti kerjaan kamu.”

“Gampang, tinggal mindahin yang di laporan ke excel.”

“Ohh yaudah sini.”

“Lanjutin yaa.”

“Ehh kamu mau kemana? Temenin aku lah.”

“Aku mau ngopi sebentar dibawah, jenuh nih kepala.”

“Masa udah aku bantuin terus aku harus sendirian sih.”

“Terus kamu ga ikhlas bantuinnya? Yaudah ga usah, aku aja sendiri sini.”

“Gitu aja ngambek. Hahaha. Yaudah kamu ngopi aja dulu sana. Kamu kesini lagi, kerjaan udah beres semua.”

***

“Udah selesai?”

“Belom nih, masih ada beberapa lembar lagi.”

“Sudahlah, besok lagi saja. Aku sudah lelah hari ini.”

“Serius? Kalaupun harus hari ini, aku sanggup membantumu.”

“Biarkan, itu tugasku.”

“Oke. Beres-bereskan saja barangmu, aku ambil mobil. Kita bertemu di loby.”

***

( lantai 1. Loby )

Mamaaaaaaaaaaa

Cindy? Rindi? Kalian sama siapa kesini?

Naik taxi ma, papa dirawat dirumah sakit, kemarin papa manggil-manggil mama terus, kemudian pingsan. Mama kenapa ga pulang-pulang sih?

Cerpen [8]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s