Cerpen [6]

Gema takbir berkumandang,
Sorak-sorak bedug bertabuh,
Semua rindu tumpah kejalanan,
Mengiringi Ramadhan yang hendak berpamitan.

Bukankah kita akan dipertemukan lagi dengan Ramadhan, yah?

Ketupat-ketupat menunggu indah dipiring prasmanan,
Menanti maaf yang sebentar lagi berdatangan,
Bahkan air mata sudah diujung mata,
Siap tumpah dipelukan hangat keluarga.

Entahlah nak, bahkan ibumu sudah lebih dulu pergi bersama Ramadhan.

Segala wewangian mulai berdatangan,
Karpet baru, baju baru, sepatu baru, bahkan aroma kehidupan baru dapat tercium,
Aroma ketupat juga sedaritadi menggoda,
Menyambut hati yang baru tanpa noda.

Suatu saat kita pasti akan bertemu kembali dalam Ramadhan, bukankah begitu yah?

****

Aku menaburkan bunga terakhir diatas pemakaman. Hari ini kita bersama lagi kan, yah, bu?

Cerpen [6]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s