Toilet…

Heyy !!! Mau apa kau lelaki tua? Aku tersentak, begitu terkejut ketika melihat seorang lelaki tua memegang sebotol bir dengan muka mabuknya.

“Hahahahaha….aku kaya, aku kaya raya”
“Kini aku kaya”

Lelaki paruh baya seperti orang gila. Aku tak mengerti apa yang ia kerjakan ditempatku. Sesekali menangis, sesekali tertawa terbahak-bahak. Terlalu banyak orang aneh disini, bahkan orang gila menurutku.

praaannngggg…

“Hey !!!!!! Jangan macam-macam kau pak tua!!!” Aku berteriak ketika ia memecahkan botol birnya dikaca, semuanya hancur, birnya mengalir membasahi wastafel. Sekejap aroma ruangan menjadi bau bir, aku begitu membenci aroma ini, ratusan bahkan ribuan orang selalu datang dengan aroma yang sama. Bir. Dan kemudian mereka bertingkah yang sama. Gila.

Lelaki itu menangis, aku hanya bisa memperhatikannya. Bir yang ia teguk sedaritadi mungkijn membuatnya gila. Tak sadar ada aku yang daritadi memperhatikannya.

“Hey!!!! Jangan bertingkah gila kau!!!” Aku menjatuhkan shower tepat diatas kepalanya, menciptakan sakit yang cukup, namun tak berarti bagi orang yang mabuk. Gila saja, ia mengambil pecahan kaca dan ingin menggoreskannya kelehernya. Ahh, lelaki ini gila. Entah fitnah apa yang bisa ia timbulkan ketika orang lain menemukannya tak bernyawa.

Belum lama aku difitnah membunuh seorang wanita yang nyatanya adalah lesbian yang cemburu, aku melihatnya sendiri wanita itu berdua memasuki kamar mandi, mereka bersenggama dalam keadaan mabuk. Tak ada yang tahu. Iya. Aku dikenal sebagai penunggu toilet, aku dikenal sebagai hantu pengganggu toilet, melakukan kejahatan. Padahal itu semua bukan aku. Wanita itu yang membunuh kekasihnya sendiri dengan silet, aku melihatnya. Ia mabuk, ia gila, bahkan beberapa kali suara dikamar mandi hanya dianggap suara yang ditimbulkan oleh ulahku. Mereka semua asik tidur diluar sana, tak menyadari ada wanita masuk dan keluar hingga akhirnya aku yang ditemukan telah membunuh wanita itu.

Aku menarik nafasku sejenak, lelaki itu sudah daritadi bersimbah darah. Sebentar lagi ratusan orang akan berbondong menghampirinya, menatap sinis kearahku, memberi pengakuan palsu bahwa akulah pembunuhnya. Hantu toilet lah yang melakukannya.

“Kemana Ronald? Daritadi ia menghilang.”

“Ia ketoilet, mungkin buang air besar”

 

****

Semua masih tertawa seperti tak pernah ada sesuatu.

Toilet…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s